Tampilkan postingan dengan label google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label google. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Facebook Sukses Mengalahkan Google

Facebook telah menjadi situs yang sangat populer saat ini. Hanya dalam waktu yang singkat, Facebook telah menjadi raksasa dalam dunia online. Bahkan raksasa mesin pencari google pun berhasil dikalahkan oleh facebook.

Perusahaan analis jejaring, Exprerian Hitwise mengatakan bahwa jumlah pengunjung facebook saat ini<!-- more --> jauh melebihi jumlah pengunjung di google.

"Layanan berbagi konten seperti yang dimiliki facebook lebih diminati dan mendorong orang untuk melakukan surfing di internet," kata Matt Tatham, juru bicara Hitwise.

Tatham mengatakan bahwa keunggulan facebook memperlihatkan bahwa masyarakat lebih mempercayai pendapat dari teman mereka daripada hasil yang ditawarkan oleh mesin pencari. Kemudahan untuk berbagi informasi dan konten seperti yang ditawarkan oleh facebook merupakan kunci keberhasilannya.

Berikut ini data statistik yang menunjukkan persentase kunjungan pengguna internet ke situs-situs favorit :
* Facebook (7,07 %)
* Google ( 7,03 % )
* Yahoo ! Mail ( 3,80 % )
* Yahoo ( 3,67 % )
* Youtube ( 2,14 % )

Meskipun persentase facebook dan google tidak selisih jauh, tapi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah kunjungan facebook mengalami peningkatan sampai 185%. Bandingkan dengan google yang hanya mengalami kenaikan 9%.

"kemenangan ini tentu besar artinya bagi facebook, meski selisihnya sangat kecil," ujar Tatham.

Dari sisi pengunjung, Facebook juga mengalami peningkatan yang sangat drastis. Pada januari 2011, facebook memiliki sekitar 600 juta pengguna di seluruh dunia. Kemudian pada tanggal 24 Februari 2011, jumlah pengunjung facebook menjadi 642.613.600 orang. Sebuah pencapaian yang fantastik.

Mampukan facebook mempertahankan rekor fantastik ini? Kita tunggu perkembangannya.

Google Mengurangi Daya Ingat ?


Sulit mengingat kapan terakhir kali tim bulutangkis nasional meraih emas dalam Olimpiade? No problem. Cari saja data itu di google. Hampir semua pertanyaan bisa dicari jawabannya di sana. Masalahnya adalah kemudahan ini mengurangi kebiasaan kita untuk mengingat. Orang yang akrab dengan internet dan sering googling (mencari di google), cenderung lebih <!--more-->malas untuk mencoba mengingat informasi karena yakin semua informasi itu dapat dengan mudah ditemukan kembali di internet.

"Informasi yang masuk ke otak bisa terus menerus diingat dengan cara mengetahui dimana informasi itu bisa dicari. Dan kita lebih memprioritaskan dari pada mengingat secara detil mengenai informasi itu," kata Betsy Sparrow, PhD, dari Universitas Columbia yang melakukan studi ini.

Dalam dunia psikologi, hal itu disebut juga dengan memori transaktif. Kemampuan ini sudah ada sejak 
manusia mampu berkomunikasi. Kita juga selalu mengandalkan orang yang paling pintar dalam komunitas, kemudian setelah berkembangnya media cetak, kita mengandalkan buku. Dengan kata lain, saat ini manusia beradaptasi untuk tidak benar-benar mengingat suatu hal, kita hanya mengingat dimana mencari atau siapa yang memiliki informasi itu.

"Di sekitar kita selalu ada orang yang kita anggap ahli dalam suatu hal, misalnya kalau ingin bertanya cara membuat kue kita bertanya pada si A, kalau ingin tahu tentang dimana toko roti yang murah kita bertanya pada si B. Internet sama saja, tetapi informasi yang dimilikinya jauh lebih luas," kata Sparrow.

Internet menurut dia adalah tempat dimana informasi dikumpulkan secara kolektif di luar ingatan kita. "Internet adalah penghubung yang membuat memori transaktif kita lebih terhubung pada hal yang tidak bisa diakses di tempat lain," katanya. "Internet membuat kita pintar sekaligus bodoh. Otak kita jadi terlatih untuk menggunakannya dan kita jadi ketagihan karena banyaknya kentungan yang didapat," kata Gary Small, penulis buku "iBrain Surviving the Technological Alteration of the Modern Mind" ini. Itu sebabnya sangat penting untuk melatih agar otak tidak mudah pelupa.

Simak tip dari Cynthia R.Green PhD, presiden Memory Art dan penulis buku Brainpower Game Plan ini. 
1. Bicara dengan diri sendiri. Dengan mengulang-ulang informasi pada diri sendiri, kita memaksa otak untuk memberi perhatian lebih pada informasi itu. Kita juga jadi terbiasa untuk melatih ingatan.
2. Buat permainan. Baru membaca ada restoran bebek goreng yang baru buka bernama Bebek Waris? Coba ingat-ingat siapa teman atau keluarga yang juga memiliki nama Waris, misalnya.
3. Konsumsi brokoli. Konsumsi makanan yang merupakan sumber asam folat seperti brokoli karena sudah terbukti mampu melindungi dan meningkatkan fungsi memori.